Gelombang dan Bunyi
PISAV ( PENERPAN INSTALASI SISTEM AUDIO VIDEO)
Mengapa Gelombang dan Bunyi di
pelajarai dalam mata pelajara PISAV
Karena dalam instalasi system AUDIO
dan VIDEO salah satu outputnya adalah
Bunyi baik itu pengkat audio penguat
atau Amflifier, maupun peralatan elektronika lain yang outpunya bunyi .Nanti bentuk
gelombang ini dapat di amati pada alat ukur yang di namakan osciloskopBaik kita
mulai membahas tentang bunyi dan gelombang
Dalam kehidupan sehari-hari tentunya
kita tidak asing dengan adanya bunyi-bunyi di sekitar kita. Beberapa ada yang
mengganggu seperti alarm di pagi hari. Berkat adanya suara alarm, kita yang
sedang pulas-pulasnya tertidur bisa jadi terganggu dan terbangun.
Seringkali kita pun melawan dan
merasa risih sehingga mengganti ke mode lain. Ketika handphone diubah menjadi
mode getar pun akan tetap menghasilkan suara dari getarannya. Kira-kira kenapa
bisa ada bunyi-bunyi yang bisa kita dengarkan?
Sebenarnya, yang mengganggu bukan
hanya bunyi alarm di pagi hari. Melainkan semua bunyi itu sebenarnya dihasilkan
dari hal yang mengganggu. Mungkin kita sebagai yang mendengarkan hanya
terganggu oleh beberapa bunyi saja. Tapi, bunyi ini pada dasarnya adalah
dihasilkan dari getaran yang mengganggu atau menggetarkan udara yang ada di
sekitarnya.
Gangguan tersebut merambat hingga
menggetarkan gendang telinga dan hasilnya adalah bunyi yang kita dengar. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa bunyi merupakan getaran yang merambat.
Gelombang secara umum adalah sesuatu
yang muncul karena adanya kejadian yang mengganggu ketenangan. Misalnya seperti
batu yang dicelupkan ke air yang tenang di gelas. Batu tersebut menghasilkan
sebuah gangguan sehingga menghasilkan gelombang air yang merambat menjauhi
sumber gangguannya hingga menyentuh dinding gelas. Jadi, pada dasarnya
gelombang adalah gangguan yang merambatkan energi melalui sebuah medium.
Sehingga dapat disimpulkan pula
bahwa bunyi termasuk ke dalam gelombang. Gelombang bunyi adalah gelombang
longitudinal yang merambat searah dengan arah getaran. Gelombang bunyi merambat
dengan cara merapatkan dan merenggangkan udara atau medium disekitarnya.
Bunyi memerlukan medium agar dapat
merambat dan bisa terdengar. Udara merupakan medium yang paling umum digunakan.
Seperti saat kamu berbicara dengan teman kamu. Suara yang kamu keluarkan itu
awalnya dari pita suara yang menggetarkan udara di sekitarnya.
Lalu, getaran tersebut merambat
hingga akhirnya diterima oleh telinga teman kamu sebagai lawan bicara dan
akhirnya teman kamu bisa menangkap bunyi atau suara yang kamu keluarkan.
Tapi, bukan berarti udara hanyalah
satu-satunya medium yang bisa menghantarkan suara. Benda padat dan cair pun
dapat menjadi medium. Semakin rapat medium semakin cepat pula bunyi dapat
merambat.
Apabila kamu sedang menonton Youtube
dan memainkan video dari salah satu penyanyi favorit memainkan lagu terbaiknya.
Kamu akan terkesima ketika mendengar betapa indahnya lantunan bunyi yang keluar
dari mulut sang penyanyi.
Bunyi tersebut bisa terdengar indah
karena adanya nada. Nada adalah bunyi teratur yang memiliki satu frekuensi.
Tinggi rendahnya nada tergantung pada besar kecilnya frekuensi bunyi. Jadi,
semakin sering udara digetarkan, semakin tinggi frekuensi gelombang bunyinya,
dan semakin tinggi nadanya.
Pada umumnya manusia dapat
mendengarkan dan menghasilkan bunyi di rentang frekuensi audiosonik yaitu
20-20000 Hz. Gajah dan hiu merupakan contoh hewan-hewan yang bisa mendengar
suara di bawah frekuensi 20 Hz yang disebut dengan infrasonik. Lalu frekuensi
di atas 20000 Hz disebut dengan ultrasonik. Frekuensi ultrasonik bisa didengar
oleh hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba. Bahkan beberapa spesies kelelawar
menggunakan bunyi di frekuensi ultrasonik untuk melihat di daerah yang
gelap.
Suara dengan tingkat ultrasonik
dikeluarkan oleh kelelawar. Gelombang bunyi yang dikeluarkan oleh kelelawar
menghasilkan pantulan yang dapat didengar kembali sehingga benda-benda yang ada
di hadapannya terdeteksi dan diketahui letaknya. Kemampuan ini disebut dengan
ekolokasi yang dimanfaatkan juga oleh manusia melalui teknologi Sonar untuk
mendeteksi kapal-kapal yang ada di laut.
Kamu bisa belajar lebih lengkap lagi
tentang gelombang bunyi di aplikasi Pahamify. Di aplikasi Pahamify kamu bisa
belajar lebih lanjut di mata pelajaran Fisika kelas XI IPA pada Bab Gelombang
Bunyi mengenai sumber bunyi, bagaimana menghitung cepat rambat bunyi pada
medium tertentu, efek doppler dan pelayangan, bagaimana menentukan frekuensi
pada sumber bunyi yang berbeda dan Intensitas dan taraf intensitas bunyi.
Sifat Gelombang
1.
Pemantulan
(Refleksi)
2.
Pembiasan(
Refraksi(
3.
Difraksi(
Pelenturan(
4.
Interferensi
(Perpaduan)
5.
Resonansi
6.
Efek
dofler
Pada gelombang bunyi akan memiliki beberapa sifat, yang dimana
adalah sebagai berikut
1.
Medium
dibutuhkan oleh gelombang bunyi untuk melakukan perambatan
2.
Pemantulan
dibutuhkan oleh gelombang bunyi untuk menimbulkan suara gaung
3.
Pembiasan
dibutuhkan gelombang bunyi sebagai contohnya adlaah petir malam akan terdengar
lebih keras daripada siang hari
4.
Pelenturan
dibutuhkan gelombang bunyi dikarenakan gelombang akan memiliki panjang dari
gelombang ke dalam rentan jarak seperti sentimeter hingga menuju beberapa meter
5.
Perpaduan
dibutuhkan gelombang bunyi sebagai mana cotnohnya adalah pada waktu dua macam
bentuk loud speaker dan frekuensi dan amplitudo yang dimana sama maka akan
menjadi bunyi yang menjadi sangatlah keras.
6.
Resonansi
Peristiwa ikut bergetar nya benda lain akibat getaran sumber bunyi
7.
Efek
dofler Efek Doppler merupakan peristiwa naik atau turunnya
frekuensi gelombang bunyi yang terdengar penerima bunyi ketika sumber bunyi
bergerak mendekat atau menjauh.
Gambar gelombang
Gelombang
Longitudinal
Gelombang
longitudional
RUMUS
CEPAT RAMBAT GELOMBANG
Contoh
Cepat Rambat Gelombang
1. Tentukanlah
frekuensi dan periode dari sebuah gelombang bunyi jika panjang gelombang
nya
adalah 20 meter dan cepat rambat bunyi nya 400 m/s ?
Jawab :
Di
ketahui :
v = 400
m/s
λ = 20 m
λ = 20 m
Di tanya
: frekuensi dan periode…?
Jawab :
Frekuensi
:
v = λ x f
f = v / λ
f = 400 m/s / 20 m = 20 Hz
v = λ x f
f = v / λ
f = 400 m/s / 20 m = 20 Hz
Periode
:
v = λ / T
T = λ / v
T = 20 m / 400 m/s = 1 / 20 sekon
v = λ / T
T = λ / v
T = 20 m / 400 m/s = 1 / 20 sekon
Contoh
Soal 2
Sebuah
kapal mengukur kedalaman laut dengan menggunakan perangkat suara. Jika bunyi
nya di tembakkan ke dasar laut, maka bunyi pantul akan di terima setelah 15
detik. Maka tentukanlah kedalaman laut tersebut jika cepat rambat bunyi adalah
2000 m/s ?
Jawab :
Di
ketahui :
t = 15 s
v = 2000 m/s
t = 15 s
v = 2000 m/s
Di tanya
: s…?
Jawab :
s = vt / 2 ( gelombang akan memantul dan kembali lagi ke kapal, jadi harus di bagi dengan angka 2 )
s = 2000 m/s x 15 s / 2 = 15.000 m
Contoh Soal
3
Gelombang
merambat pada tali. Dalam waktu 0,5 detik terjadi 3 bukit dan 3 lembah
gelombang. Jika jarak antara dua puncak gelombang 40 cm, cepat rambat gelombang
adalah ….
A. 2,4
m/s
B. 1,2
m/s
C. 0,8
m/s
D.0,2 m/s
Diketahui:
t = 5 s
n = 3
gelombang (karena terjadi 3 bukit dan 3 lembah gelombang)
λ
= 40 cm = 0,4 m
Ditanyakan:
v = ….?
Jawaban:
f = n/t
f = 3/0,5
= 6 Hz
v = λ
. f
v = 0,4 .
6 = 2,4 m/s
Contoh
Soal 4
Gelombang
merambat pada air. Dalam 10 detik terjadi 5 gelombang. Jika jarak antara dua
puncak gelombang 4 meter, cepat rambat gelombang adalah …
.
A. 2 m/s
B. 2,5
m/s
C. 20 m/s
D. 40 m/s
Diketahui:
t = 10 s
n = 5
λ
= 4 m
Ditanyakan:
v = ….?
Jawaban:
f = n/t
f = 5/10
= 0,5 Hz
v = λ . f
v = 4 m .
0,5 Hz = 2 m/s
Setelah membaca modul
tentang gelombang dan bunyi coba ilustrasikan
dengan kata kata gambar di bawah ini
Minimal satu
gambar 3 baris sampai 5 baris
TUGAS DI KIRIMKAN KE link tugas xi av |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar