INSTALASI DI STUDIO REKAMAN
GAMBAR INSTALASI SISTEM AUDIO DI STUDIO REKAMAN
KOMPONEN UTAMANYA
PC/ KOMPUTER/ LAPTOP
PC/ Kompi/ Laptop merupakan syarat mutlak dalam rangkaian
pembuatan Honai Studio Rekaman Karena dapat dikatakan bahwa sumber
teknologi, efek-efek, jenis suara, dan pengerjaan recording, mixing sampai
dengan mastering, semuanya tersimpan dalam piranti ini. Operating
System (OS) yang digunakan bisa antara Macintosh atau Windows
Operating, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Macintosh
dinilai sebagi OS yang paling ideal dalam stabilitas audionya, namun
kekurangannya adalah kesulitan dalam mencari software-software tambahan
yang compatible (sesuai). Selain itu, OS Macintosh juga tidak mungkin
terjangkit virus-virus yang dapat membahayakan data-data sobat skalian.

Sedangkan Windows Operating,
lebih umum dan mudah karena untuk menjangkau hasil recording yang baik, mixing
maupun mastering, software-sofwarenya mudah didapat walaupun sebenarnya
rawan virus dan tidak memiliki stabilitas audio sebagus Mac.
Untuk spesifikasi PC/ Laptop Honai Studio, idealnya dibutuhkan
beberapa perangkat seperti dibawah ini:
·
Intel processor dual core atau core2
duo (recomended)
·
Mainboard Intel atau MSI dll
·
Ram 1Gb atau 2 Gb (recomended)
·
Monitor
·
Sound card Asio (atau
bisa sound card bawaan Mainboard)
PC/Laptop yang
digunakan haruslah memiliki spek yang baik. Karena untuk
melakukan kegiatan itu semua akan memberatkan kinerja processor, ram, maupun
hardisk. bagaimana bila tidak mempunyai komputer yang mid-end hingga
high-end? Jangan berkecil hati dulu, anda dapat menggunakan alat2
deng spesifikasi dibawah ini:
Sederhana:
·
Processor: intel celeron p4 1,8
ghz< Ram: SDRAM 256mb
·
Hardisk: ATA 40 gb
·
Soundcard: onboard
Upgrade:
·
Processor: intel pentium D 3ghz<
Ram: ddr2 2gb
·
Hardisk: SATA 80 gb 7200rpm
·
Soundcard: Sound Blaster 7.1
Mantap:
·
Processor: intel dual core
2,66ghz< Ram: ddr2 2gb
·
Hardisk: SATA 250 gb 7200rpm
·
Soundcard: ESI Juli@ PCC 192khz 24bit
a. Software Recording
Saat ini, software recording yang cukup umum di
kalangan masyarakat luas adalah Steinberg-Cubase, Steinberg-Nuendo, dan
juga Pro tools. Sedikit catatan, software-software tersebut
harganya cenderung ‘tidak terjangkau’, karena itu banyak juga yang menggunakan
versi bajakannya. Versi bajakan memang cenderung bermasalah (sering error),
tapi masih cukup ‘layak’ digunakan, mengingat perbandingan harganya dengan
versi original yang bisa mencapai seratus kali lipatnya. (Bayangkan, Nuendo
bajakan harganya sekitar seratus ribu rupiah, sedangkan versi asli bisa
mencapai lima belas juta rupiah). Pemilihan antara Pro Tools maupun Nuendo
juga tergantung selera. Pro Tools dikenal terbagus dalam kualitas take
audio, sedangkan Cubase maupun Nuendo lebih dikenal ideal dalam
proses mixing.
Sedangkan untuk proses mastering, kita dapat menggunkan
software-software semacam Steinberg-WaveLab yang lebih kompatibel dengan
plugins-plugins tambahan, sehingga produk yang kita hasilkan akan bersaing.
b. Converter/ Sound Card/ Audio Interface
Umumnya, setiap PC/ Laptop pasti
sudah dilengkapi dengan soundcard internal. Sebenarnya soundcard bawaan
tersebut sudah dapat digunakan, namun masih kurang ideal, karena akan banyak
menjumpai latency(keterlambatan), disamping itu kualitas record-nya
pun tidak begitu menjamin. Karena itulah diperlukan soundcard eksternal
atau yang biasa disebut converter oleh para pelaku digital
recording. Merk dan jenis converter yang
dipilih bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Jika
keperluannya hanya untuk bermain MIDI, converter dengan
dua output juga sudah cukup. Merk yang biasa
ditemui adalah EMU (Creative), Presonus Audiobox, Presonus Inspire,
M-Audio. Converter-converter ini ada yang terhubung
menggunakan port USB, PCI maupun fire wire.
Soundcard
adalah suatu komponen yang terdapat dalam PC yang bertugas untuk menunjang
fungsi suara dalam PC multimedia. Sound card merupakan periferal yang terhubung
ke slot ISA atau PCI pada motherboard, yang memungkinkan komputer untuk
memasukkan input, memproses dan menghantarkan data berupa suara. Seperti halnya
VGA card, sound card pun memiliki beragam bentuk, macam dan jenis.
Tips untuk
pemilihan sound-card ini adalah usahakan mencari sound-card yang memiliki
spesifikasi 24 bit/48 KHz, karena dengan menggunakan spesifikasi yang demikian
ini keseluruhan frekwensi yang mampu didengar oleh telinga kita (20 Hz - 20
KHz) dapat terakomodir dengan baik.
Fungsi soundcard
adalah sebagai synthesizer, sebagai MIDI interface, pengonversi
data analog ke digital (misalnya merekam suara dari mikrofon) dan pengkonversi
data digital ke bentuk analog (misalnya saat memproduksi suara dari spiker).
Dan biasanya terdapat pada komputer-komputer yang bercirikan Multimedia.
Sedangkan cara pengangkutan suara biasanya menggunakan tiga cara, yaitu:
1.
Melalui teknologi frequency
modulation (FM) atau Sintesa lewat FM
adalah cara yang paling efektif untuk menghasilkan suara yang
jernih.
Suara
disimulasikan dengan menggunakan bilangan algoritma untuk
menghasilkan
sine wave, alias gelombang yang lentur sehingga
menghasilkan
suara yang mirip suara sumber aslinya. Misalnya, suara
denting
gitar akan disimulasikan dan hasilnya akan mendekati suara asli.
2.
Cara wavetable adalah merekam suara
yang tersimpan pada chip kartu
suara, dan meneruskannya ke
spiker.
3.
Synthesizing secara fisik berarti
suara disimulasikan melalui prosedur
programming yang kompleks.
Cara Kerja Soundcard yaitu ketika anda mendengarkan suara dari sound
card,data digital suara yang berupa waveform .wav atau mp3 dikirim ke sound
card. Data digital ini di proses oleh DSP (Digital Signal processing : Pengolah
signal digital) bekerja dengan DAC (Digital Analog Converter:Konversi digital
ke Analog ). Mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog, yang kemudian
sinyal analog diperkuat dan dikeluarkan melalui speaker.
Ketika anda merekam suara lewat microphone. suara anda yang
berupa analog diolah oleh DSP, dalam mode ADC ( Analog Digital Converter :
Konversi analog ke digital). Mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital yang
berkelanjutan. Sinyal digital ini simpan dalam format waveform table atau biasa
ditulis Wav(wave) dalam disk atau dikompresi menjadi bentuk lain seperti mp3.
II. MIDI CONTROLER
MIDI Controller yang
sering dijumpai adalah keyboard. Karena itu, bagi para pelaku musik digital,
khususnya yang suka bermain MIDI, paling tidak harus menguasai instrumen keyboard(sekalipun
dia adalah seorang gitaris atau bahkan drummer). Fungsi MIDIController murni
hanya sebagai alat untuk pertukaran data (seperti keyboard pada
komputer yang digunakan untuk mengetik). Merk untuk MIDI Controller yang
biasa dijumpai adalah M-Audio dengan type Keyrig, Oxygen, maupun Axiom. Rangetutsnya
juga bervariasi mulai dari 25, 49, 61, hingga 88 keys.
III. SPEAKER MONITOR/
HEAD PHONE
Fungsi Monitor Speaker juga mirip dengan
headphone, untuk memonitor hasil recording kita. Hanya saja,
fungsi dari monitor speaker ini cenderung lebih optimal untuk
proses mixing, di mana kepekaan hasil suara yang keluar dari kiri
dan kanan (panning), sangatlah diperlukan. Untuk monitor speaker
ini carilah yang memiliki karakter 'flat' speaker-monitor. Ada beberapa merk
terkenal semacam Behringer, M-Audio, Yamaha, KRK dan lain-lain.
Speaker monitor untuk rekaman / recording sangat berbeda dengan
speaker multimedia. speaker multimedia biasanya melebih-lebihkan / mem-boost
frequency tertentu. Biasanya speaker-speaker tersebut mem-boost pada low
frequency (bass) dan high frequency (treble). Sedangkan untuk rekaman /
recording membutuh kan speaker FLAT yang jujur pada frequency alias tidak
melebih-lebihkan atau memboost pada frequency tertentu. Untuk mempunyai speaker
yang flat mungkin akan memberatkan kantong anda. Cara mengakalinya adalah
(walaupun tidak di rekomendasikan untuk tidak menggunakan speaker yang
tidak flat).
Catatan:
·
Kenali speaker anda: Kenali karakter speaker yang anda
punya, apakah
speaker anda mem-boost
low frequency ataupun mem-boost high frequency.
Karakter speaker
anda, hanya anda yang mengenali dan mengerti. Gunakan
feeling dan
mulailah mempercayai speaker anda dikit demi sedikit.
·
Sering-sering mendengarkan lagu-lagu
referensi anda di speaker yang anda
punya: Karakter speaker anda akan mulai anda
hapal seiring dengan waktu.
Sering-sering
lah mendengarkan lagu-lagu yang telah direkam, dimixing dan
dimastering oleh
para professional.
·
Kenali karakter ruang kamar anda: Tidak dipungkiri, studio-studio
professional
menggunakan tata ruang akustik yang telah di perhitungkan dengan
baik. Bass
trap, difusser, dan
lain-lain akan menghiasi studio-studio mereka. Seperti yang
diterang kan
diatas, dengan sering-sering mendengarkan lagu referensi anda,
anda akan lebih mengenal karakter ruangan
anda.
Headphone di sini berfungsi untuk
memonitor hasil recording kita. Sangat berguna misalnya saat
kita ingin takevokal, sambil mendengarkan panduan pola musik yang
sudah kita aransemen. Dengan menggunakan headphone, musik akan
terdengar lebih fokus. Hargaheadphone juga bervariasi, dari ratusan
ribu hingga jutaan rupiah. Philip SHP-250 merupakan pilihan yang cukup oke
dengan harga yang juga cukup terjangkau.
IV. MICROPHONE (Mic Vocal)
Mic adalah alat yang digunakan untuk
menangkap suara atau signal. Vokal adalah elemen
penting dalam suatu lagu. Pendengar akan merasa kecewa apabila dalam suatu lagu
yang aransement nya bagus, suara audio instrument bagus, namun suara audio
vokal yang tidak bagus. Dan mungkin pendengar tidak akan kembali mendengar lagu
anda untuk kedua kali nya karena telanjur kecewa dengan kualitas suara audio
vokal di lagu anda.
Mic yang ada saat ini ada beberapa
macam yaitu Dynamic, Condenser, dan lain-lain Untuk memilih dan membeli
mic, sesuaikan dengan kebutuhan, karakter dan budget yang anda punya. Bila
ingin membeli jangan segan-segan untuk bertanya pada toko musik
yang anda kunjungi, tentang karakteristik mic, butuh panthom power atau tidak
dan lain-lain.
Untuk merekam vokal, dianjurkan menggunakan pop filter dan stand
mic Agar suara yang direkam tidak naik turun dikarenakan vokalis band anda
menyanyi menjauh dan mendekat antara mulut dan mic.
V. MIXER (Mixing)

Mixer adalah salah satu perangkat
elektronik paling populer setelah mikrophone. Biasanya kita lebih mengenal
dengan sebutan mixer, itu karena fungsinya yang memang mencampur segala suara
yang masuk, menyeimbangkannya dan menjadikan saluran dua kanal (L-R), kemudian
mengirimkan ke cross-over aktif baru di umpan ke power amplifier dan terakhir
akan di teruskan melalui speaker. Mixing dapat dikategorikan ke dalam console
dan mixing desk.
Mixer akan menerima berbagai sumber suara. Suara tersebut bisa
di terima dari microphone, alat musik, CD player, tape deck atau DAT. Dari
sinilah dengan mudah dapat di lakukan pengaturan level masukan dan keluaran
mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Misalkan sebuah sistem audio
ini di umpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa di umpamakan sebagai
sistem syarah dan mixer sebagai jantungnya.
Bila terjadi kerusakan pada skema mixer, berarti sistem tersebut
dalam masalah yang cukup besar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing yang
baik adalah mempunyai input gain yang baik, pengaturan eq yang juga baik. Maka
dengan demikian akan dapat di lakukan pengaturan yang lebih sempurna dan
optimal terhadap setiap input microphone atau apapun yang bisa menjadi sumber
suaranya. baca juga: Tutorial Mixing dengan Mudah bagi Pemula, Kegunaan Mixing Power
VI. KABEL
Soal kabel,
jangan dianggap sepele. Pilihan kabel yang tepat dapat memberikan
hasil yang kurang lebih dari yg diharapkan. Pilihan kabel yang kurang tepat mengakibatkan hasil rekaman anda dikalahkan dengan suara noise, dengung dan
lain-lain. Carilah kabel yang bagus bila
anda ingin hasil rekaman anda terdengar layaknya rekaman professional.